Jumat, 14 Desember 2018

PROPOSAL JUDUL : KETELADANAN GURU DI SD NEGERI 19 PEUSANGAN PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
    
Pada hakekatnya pendidikan merupakan usaha manusia menuju pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan merupakan masalah yang selalu menarik untuk di bahas, sebab hanya melalui pendidikanlah, manusia dapat terbentuk kepribadiannya. Pendidikan merupakan suatu proses untuk mengaktualisasikan semua potensi yang ada yang di bawa sejak lahir.
Manusia tidak pernah berhenti pada satu keadaan. Begitu juga perkembangan pemikiran, ide, aliran dan falsafah. Terciptanya suatu yang baru sekarang ini bukanlah bermula dari tiada tetapi sebenarnya diberi pembaharuanyang lebih maju dan berteknologi. Di zaman sekarang ini pendidikan agama mengalami banyak kendala dalam penerapannya, karena itu guru merupakan salah satu factor untuk membina peserta didik menuju kepada arah yang baik serta merealisasikan nilai-nilai agama.
Dalam penerapan pendidikan agama Rasulullah SAW sebagai guru pertama yang telahmampu menerapkan pendidikan Islam kepada ummatnya dengan Al-Qur’an sebagai sumbernya. Untuk itu guru harus menjadikan Rasul sebagai contoh teladan dalam menerapkan pendidikan agama kepada anak didiknya. Berkaitan dengan hal ini Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21:

            Artinya:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-ahzab: 21)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Nabi selalu memberikan contoh teladan atau menjadikan dirinya sebagai model dalam mendakwahkan seruan Allah. Sebagai contoh: meletakkan hajurul aswad ketika membangun kembali ka’bah, di saat Nabi mendirikan mesjid Quba’ di luar Madinah atau sewaktu membuat parit pertahanan dalam perang Tabuk, Nabi selalu memimpin langsung dan ikut serta bekerja dengan para sahabat. Contoh teladan yang baik tersebut sangat besar pengaruhnya dalam misi pendidikan Islam dan dapat menjadi faktor yang menentukan terhadap keberhasilan dan perkembangan tujuan pendidikan secara luas.
Setiap guru yang mengajar di sekolah mulai dari Taman kanak-kanak (TK) sampai dengan perguruan tinggi senantiasa mengharapkan agar semua materi yang di sampaikan kepada siswa memperoleh hasil memuaskan. Untuk dapat berlangsungnya pendidikan di sekolah secara sempurna sangat di tentukan oleh berbagai faktor penunjang, salah satunya adalah guru harus menjadi contoh teladan bagi peserta didik.
Dalam menyajikan pelajaran bila guru hanya menuangkan materi pelajaran dengan ceramah akan menimbulkan rasa ingin tau dan permasalahan yang verbalisme pada siswa. Seorang guru harus memiliki kemampuan untuk menuangkan konsep-konsep pelajaran, pengetahuan, kemampuan, memiliki dan menggunakan alat bantu saat memberikan pelajaran. Di samping itu juga harus merealisasikan  nilai-nilai pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi panutan bagi anak didiknya.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka atas penulis mengadakan suatu penelitian dan menuangkannya dalam bentuk karya ilmiah dengan judul” PENGARUH KETELADANAN GURU DI SDN 19 PEUSANGAN “

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah:
  1. Bagaimana pengaruh keteladanan guru terhadap motivasi belajar siswa.
  2. Apa usaha guru dalam memberikan keteladanan kepada siswa di SDN 19 PEUSANGAN.

C. Penjelasan Istilah
Dalam penulisan karya ilmiah, penjelasan istilah merupakan suatu keharusan untuk tidak terjadi kesalah pahaman. Demikian pula halnya dengan istilah-istilah yang terdapat dalam judul skripsi ini.
Adapun istilah yang perlu mendapat penjelasan adalah sebagai berikut: Keteladanan dan guru.
  1. Keteladanan
Keteladanan , asal katanya adalah teladan, kemudian di tambah awalan dan akhiran an, yang berarti panutan atau sesuatu yang harus di teladanani.
M. Ngalim Purwanto menyebutkan bahwa:
Keteladanan pendidik merupakan alat pendidikan yang sangat penting, bahkan yang paling utama. Seperti yang terdapat dalam ilmu jiwa dapat di ketahui bahwa sejak kecil manusia itu terutama anak-anak telah mempunyai dorongan meniru dan suka mengindentifikasi diri terhadap orang lain, terutama terhadap orang tua dan gurunya.1[1]

Abdullah Nashih ulwani juga mengemukakan bahwa: keteladanan dalam pendidikan adalah metode influentif yang paling meyakinkan keberhasilannya dalam mempersiapkan dan membentuk anak di dalam moral, spiritual dan sosial. 2
Berdasarkan kutipan diatas dapat di pahami bahwa keteladanan merupakan suatu hal yang paling penting bagi pendidik di dalam membimbing para anak didiknya dengan tujuan untuk mempersiapkan anak didik menjadi anak didik yang bermoral dan mempunyai rasa solidaritas antar sesama.
2. Guru
Dalam buku ilmu pendidikan Islam disebutkan, guru adalah yang menerima amanat orang tua untuk mendidik anak. 3
Dalam redaksi lain disebutkan bahwa guru adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal.4
Soetjipto menyebutkan bahwa: guru merupakan pendidik prefesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya.5[2]
Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat di pahami bahwa guru merupakan orang yang memiliki keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu menjalankan tugas di dalam mendidik seorang anak.

D. Tujuan Penelitia
   Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengaruh keteladanan guru terhadap siswa.
2.      Untuk mengetahui usaha guru dalam memberikan keteladanan kepada siswa di SD N 19 PEUSANGAN.

E.Hipotesis    
            Hipotesis adalah jawaban yang masih bersifat sementara. Hipotesis di katakana sementara karena kebenarannay masih perlu di uji atau di tes kebenarannya dengan kata yang asalnya dari lapangan. 6
Adapun yang terjadi hipotesis dalam penelitian ini yaitu: “keteladanan guru akan memberikan motivasi kepada siswa dalam belajar”.

F. Metodologi Penelitian
Metode yang di gunakan dalam penelitian karya ilmiah ini metode deskriptif, yaitu suatu metode penyelidikan untuk mencegah masalah yang sedang di hadapi.
1. Teknik Sampling
Populasi adalah keseluruhan dari objek penelitian. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua siwa-siswi yang ada di SDN NEGERI 19 PEUSANGAN sebanyak 780 orang dan guru sebanyak 57 orang.
Sampel adalah bahagian dari populasi yang cukup terwakili untuk di jadikan sebagai sumber data sebenarnya. Untuk melakukan penarikan sample, peneliti berpedoman pada pendapat Suharsimi Arikunto yang mengatakan bahwa:”Apabila subjeknya kurang dari 100. lebih baik di ambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat di ambil sampel sebanyak 10-15 % atau 20-25 % atau lebih”.
Mengingat jumlah populasi terlalu banyak maka penulis mengambil semua guru dan siswa masing-masing kelas VII 20 orang, kelas VIII 20 orang, dan kelas IX sebanyak 20 orang, sehingga total sample siswa sebanyak 60 orang

2. Teknik Pengumpulan Data  
Adapun pengumpulan data-datanya di lakukan dengan cara:
1.      library Research, yaitu pengumpulan data melalui penelitian pustaka dengan membaca buku-buku serta mengutip  pendapat para ahli  yang ada relevansinya.
2.      Field Researtch, yaitu penelitian lapangan guna mendapatkan data yang akurat dan informasi yang objektif mengenai masalah yang akan di teliti penulis terjun  langsung ke lokasi penelitian untuk mengumpulkan data-data dan informasi yang di butuhkan dengan memahami beberapa cara pengumpulan data yaitu:      
a.             Observasi yaitu melihat langsung dan mengamati secara langsung   terhadap objek penelitian  di SDN 19 PEUSANGAN.
b.             Interview yaitu wawancara dalam hal ini penulis mewawancarai kepala sekolah dan guru di SDN 19 PEUSANGAN.
c.              Angket yaitu sejumlah pertanyaan yang di sebarkan kepada siswa yang di jadikan sample dalam penelitian ini.

3. Teknik Analisa Data
   Untuk analisis data berupa jawaban-jawaban penulis menggunakan teknik persentase ( % ) yang rumusnya sebagai berikut:7[3]

P =  x 100 %7

Dimana:
            P          = Persentase
f           = Frekuensi
n          = jumlah Responden
100 %  = Bilangan tetap

Adapun teknik penulisan dalam skipsi ini penulis berpedoman pada buku penulisan Karya Tulis Ilmiah Fakultas Tarbiah IAIN Ar- Raniry tahun 2003.




DAFTAR PUSTAKA


Abdullah Nashih Ulwan, Pedoman Pendidikan Anak Dalam Islam, Semarang:        Asy-Syifa’, 1993.

Hery Noer Aly, Ilmu Pendidkan Islam, Jakarta: Logos, 1999.

M.   Ngalim purwanto, ilmu pendidikan praktis dan teoritis, Bandung:                Rosdakarya, 2000.

Moh.  User Usman, menjadi Guru professional, Bandung: PT Remaja osdakarya,            1995.

Soetjipto, profesi keguruan, Jakarta: Rineka Cipta, 2004.

Sukardi, Metodologi penelitian pendidikan, kompetensi dan praktiknya, Cet. IV.,         Jakarta: Bumi Aksara, 2007.

Subdijono, Anas, pengantar statistik pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo                 Persada, 2006.



















1M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Praktis dan teoritis, ( Bandung: Rosdakarya, 2000) hal.   185
   Asy-Syifa’, 1993, hal 2
3 Hery Noer Aly, ilmu Pendidikan Islam , ( Jakarta: Logos, 1999), hal 93.
4.Moh. Uzer Usman, Menja: Guru Prefesional, ( Bandung: PT Remaja . Rokdakarya, 1995), hal     15
5  Soetjipto, Propesi Keguruan, ( Jakarta : Rineka Cipta, 2004), hal. 42.
6. Sukardi, Metodelogi  Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktisnya, Cet. IV., (Jakarta: bumi Aksara, 2007) , hal 41
7 Sudijono, Anas, Pengentar Statistik Pendidikan ( Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006, Hal 43. 

0 komentar:

Posting Komentar