Rabu, 16 Januari 2019

KETELADANAN GURU DI SD NEGERI 19 PEUSANGAN

PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah
    
Pada hakekatnya pendidikan merupakan usaha manusia menuju pada kehidupan yang lebih baik. Pendidikan merupakan masalah yang selalu menarik untuk di bahas, sebab hanya melalui pendidikanlah, manusia dapat terbentuk kepribadiannya. Pendidikan merupakan suatu proses untuk mengaktualisasikan semua potensi yang ada yang di bawa sejak lahir.
Manusia tidak pernah berhenti pada satu keadaan. Begitu juga perkembangan pemikiran, ide, aliran dan falsafah. Terciptanya suatu yang baru sekarang ini bukanlah bermula dari tiada tetapi sebenarnya diberi pembaharuanyang lebih maju dan berteknologi. Di zaman sekarang ini pendidikan agama mengalami banyak kendala dalam penerapannya, karena itu guru merupakan salah satu factor untuk membina peserta didik menuju kepada arah yang baik serta merealisasikan nilai-nilai agama.
Dalam penerapan pendidikan agama Rasulullah SAW sebagai guru pertama yang telahmampu menerapkan pendidikan Islam kepada ummatnya dengan Al-Qur’an sebagai sumbernya. Untuk itu guru harus menjadikan Rasul sebagai contoh teladan dalam menerapkan pendidikan agama kepada anak didiknya. Berkaitan dengan hal ini Allah SWT telah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 21:

            Artinya:

Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan dia banyak menyebut Allah. (QS. Al-ahzab: 21)

Ayat di atas menjelaskan bahwa Nabi selalu memberikan contoh teladan atau menjadikan dirinya sebagai model dalam mendakwahkan seruan Allah. Sebagai contoh: meletakkan hajurul aswad ketika membangun kembali ka’bah, di saat Nabi mendirikan mesjid Quba’ di luar Madinah atau sewaktu membuat parit pertahanan dalam perang Tabuk, Nabi selalu memimpin langsung dan ikut serta bekerja dengan para sahabat. Contoh teladan yang baik tersebut sangat besar pengaruhnya dalam misi pendidikan Islam dan dapat menjadi faktor yang menentukan terhadap keberhasilan dan perkembangan tujuan pendidikan secara luas.
Setiap guru yang mengajar di sekolah mulai dari Taman kanak-kanak (TK) sampai dengan perguruan tinggi senantiasa mengharapkan agar semua materi yang di sampaikan kepada siswa memperoleh hasil memuaskan. Untuk dapat berlangsungnya pendidikan di sekolah secara sempurna sangat di tentukan oleh berbagai faktor penunjang, salah satunya adalah guru harus menjadi contoh teladan bagi peserta didik.
Dalam menyajikan pelajaran bila guru hanya menuangkan materi pelajaran dengan ceramah akan menimbulkan rasa ingin tau dan permasalahan yang verbalisme pada siswa. Seorang guru harus memiliki kemampuan untuk menuangkan konsep-konsep pelajaran, pengetahuan, kemampuan, memiliki dan menggunakan alat bantu saat memberikan pelajaran. Di samping itu juga harus merealisasikan  nilai-nilai pendidikan agama dalam kehidupan sehari-hari, sehingga menjadi panutan bagi anak didiknya.
Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka atas penulis mengadakan suatu penelitian dan menuangkannya dalam bentuk karya ilmiah dengan judul” PENGARUH KETELADANAN GURU DI SDN 19 PEUSANGAN “

B. Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang masalah di atas, maka yang menjadi permasalahan dalam penelitian ini adalah:
  1. Bagaimana pengaruh keteladanan guru terhadap motivasi belajar siswa.
  2. Apa usaha guru dalam memberikan keteladanan kepada siswa di SDN 19 PEUSANGAN.

C. Penjelasan Istilah
Dalam penulisan karya ilmiah, penjelasan istilah merupakan suatu keharusan untuk tidak terjadi kesalah pahaman. Demikian pula halnya dengan istilah-istilah yang terdapat dalam judul skripsi ini.
Adapun istilah yang perlu mendapat penjelasan adalah sebagai berikut: Keteladanan dan guru.
  1. Keteladanan
Keteladanan , asal katanya adalah teladan, kemudian di tambah awalan dan akhiran an, yang berarti panutan atau sesuatu yang harus di teladanani.
M. Ngalim Purwanto menyebutkan bahwa:
Keteladanan pendidik merupakan alat pendidikan yang sangat penting, bahkan yang paling utama. Seperti yang terdapat dalam ilmu jiwa dapat di ketahui bahwa sejak kecil manusia itu terutama anak-anak telah mempunyai dorongan meniru dan suka mengindentifikasi diri terhadap orang lain, terutama terhadap orang tua dan gurunya.1[1]

Abdullah Nashih ulwani juga mengemukakan bahwa: keteladanan dalam pendidikan adalah metode influentif yang paling meyakinkan keberhasilannya dalam mempersiapkan dan membentuk anak di dalam moral, spiritual dan sosial. 2
Berdasarkan kutipan diatas dapat di pahami bahwa keteladanan merupakan suatu hal yang paling penting bagi pendidik di dalam membimbing para anak didiknya dengan tujuan untuk mempersiapkan anak didik menjadi anak didik yang bermoral dan mempunyai rasa solidaritas antar sesama.
2. Guru
Dalam buku ilmu pendidikan Islam disebutkan, guru adalah yang menerima amanat orang tua untuk mendidik anak. 3
Dalam redaksi lain disebutkan bahwa guru adalah orang yang memiliki kemampuan dan keahlian khusus dalam keguruan sehingga ia mampu melakukan tugas dan fungsinya sebagai guru dengan kemampuan maksimal.4
Soetjipto menyebutkan bahwa: guru merupakan pendidik prefesional mempunyai citra yang baik di masyarakat apabila dapat menunjukkan kepada masyarakat bahwa ia layak menjadi panutan atau teladan masyarakat sekelilingnya.5[2]
Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat di pahami bahwa guru merupakan orang yang memiliki keahlian khusus dalam bidang keguruan sehingga ia mampu menjalankan tugas di dalam mendidik seorang anak.

D. Tujuan Penelitia
   Adapun yang menjadi tujuan dalam penelitian ini adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengetahui pengaruh keteladanan guru terhadap siswa.
2.      Untuk mengetahui usaha guru dalam memberikan keteladanan kepada siswa di SD N 19 PEUSANGAN.

E.Hipotesis    
            Hipotesis adalah jawaban yang masih bersifat sementara. Hipotesis di katakana sementara karena kebenarannay masih perlu di uji atau di tes kebenarannya dengan kata yang asalnya dari lapangan. 6
Adapun yang terjadi hipotesis dalam penelitian ini yaitu: “keteladanan guru akan memberikan motivasi kepada siswa dalam belajar”.

F. Metodologi Penelitian
Metode yang di gunakan dalam penelitian karya ilmiah ini metode deskriptif, yaitu suatu metode penyelidikan untuk mencegah masalah yang sedang di hadapi.
1. Teknik Sampling
Populasi adalah keseluruhan dari objek penelitian. Adapun yang menjadi populasi dalam penelitian ini adalah semua siwa-siswi yang ada di SDN NEGERI 19 PEUSANGAN sebanyak 780 orang dan guru sebanyak 57 orang.
Sampel adalah bahagian dari populasi yang cukup terwakili untuk di jadikan sebagai sumber data sebenarnya. Untuk melakukan penarikan sample, peneliti berpedoman pada pendapat Suharsimi Arikunto yang mengatakan bahwa:”Apabila subjeknya kurang dari 100. lebih baik di ambil semua sehingga penelitiannya merupakan penelitian populasi. Selanjutnya jika jumlah subjeknya besar dapat di ambil sampel sebanyak 10-15 % atau 20-25 % atau lebih”.
Mengingat jumlah populasi terlalu banyak maka penulis mengambil semua guru dan siswa masing-masing kelas VII 20 orang, kelas VIII 20 orang, dan kelas IX sebanyak 20 orang, sehingga total sample siswa sebanyak 60 orang

2. Teknik Pengumpulan Data  
Adapun pengumpulan data-datanya di lakukan dengan cara:
1.      library Research, yaitu pengumpulan data melalui penelitian pustaka dengan membaca buku-buku serta mengutip  pendapat para ahli  yang ada relevansinya.
2.      Field Researtch, yaitu penelitian lapangan guna mendapatkan data yang akurat dan informasi yang objektif mengenai masalah yang akan di teliti penulis terjun  langsung ke lokasi penelitian untuk mengumpulkan data-data dan informasi yang di butuhkan dengan memahami beberapa cara pengumpulan data yaitu:      
a.             Observasi yaitu melihat langsung dan mengamati secara langsung   terhadap objek penelitian  di SDN 19 PEUSANGAN.
b.             Interview yaitu wawancara dalam hal ini penulis mewawancarai kepala sekolah dan guru di SDN 19 PEUSANGAN.
c.              Angket yaitu sejumlah pertanyaan yang di sebarkan kepada siswa yang di jadikan sample dalam penelitian ini.

3. Teknik Analisa Data
   Untuk analisis data berupa jawaban-jawaban penulis menggunakan teknik persentase ( % ) yang rumusnya sebagai berikut:7[3]

P =  x 100 %7

Dimana:
            P          = Persentase
f           = Frekuensi
n          = jumlah Responden
100 %  = Bilangan tetap

Adapun teknik penulisan dalam skipsi ini penulis berpedoman pada buku penulisan Karya Tulis Ilmiah Fakultas Tarbiah IAIN Ar- Raniry tahun 2003.




DAFTAR PUSTAKA


Abdullah Nashih Ulwan, Pedoman Pendidikan Anak Dalam Islam, Semarang: Asy-Syifa’, 1993.

Hery Noer Aly, Ilmu Pendidkan Islam, Jakarta: Logos, 1999.

M.   Ngalim purwanto, ilmu pendidikan praktis dan teoritis, Bandung: Rosdakarya, 2000.

Moh.  User Usman, menjadi Guru professional, Bandung: PT Remaja osdakarya, 1995.

Soetjipto, profesi keguruan, Jakarta: Rineka Cipta, 2004.

Sukardi, Metodologi penelitian pendidikan, kompetensi dan praktiknya, Cet. IV.,  Jakarta: Bumi Aksara, 2007.

Subdijono, Anas, pengantar statistik pendidikan, Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006.



















1M. Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Praktis dan teoritis, ( Bandung: Rosdakarya, 2000) hal.   185
   Asy-Syifa’, 1993, hal 2
3 Hery Noer Aly, ilmu Pendidikan Islam , ( Jakarta: Logos, 1999), hal 93.
4.Moh. Uzer Usman, Menja: Guru Prefesional, ( Bandung: PT Remaja . Rokdakarya, 1995), hal     15
5  Soetjipto, Propesi Keguruan, ( Jakarta : Rineka Cipta, 2004), hal. 42.
6. Sukardi, Metodelogi  Penelitian Pendidikan, Kompetensi dan Praktisnya, Cet. IV., (Jakarta: bumi Aksara, 2007) , hal 41
7 Sudijono, Anas, Pengentar Statistik Pendidikan ( Jakarta: Raja Grafindo Persada, 2006, Hal 43. 
Continue Reading →

KESEIMBANGAN KADAR AIR DALAM LADA

ABSTRAK

            Kadar air keseimbangan atau EMC (Equilibrium of Moisture Content)  merupakan faktor penting yang berperan dalam proses pengeringan dan penyimpanan. Penelitian ini  dilakukan di Laboratorium Fisiologi Hasil, Balai Penelitian Tanaman Rempah dan Obat dari tanggal 2 sampai dengan 30 Juni 2001. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan model sorpsi isotermi yang sesuai untuk komoditas lada, sehingga model yang terpilih bisa diaplikasikan pada proses pengeringan dan penyimpanan di lapangan. Metode yang digunakan adalah metode statik pada temperatur 40, 45 dan 50oC serta rentang aktivitas air (Aw) 0,20 – 0,64. Model-model yang dipilih adalah model Henderson, model Chung-Pfost, model Oswin dan model Halsey dengan menggunakan metode numerik bahasa BASIC. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model matematik dua parameter (temperatur dan kelembaban) telah dapat memberikan hasil yang baik dibandingkan dengan data percobaan. Model Halsey memiliki ketepatan yang terbaik di antara keempat model yang dipilih, sehingga lebih jauh model ini dapat dipergunakan untuk memprediksi sorpsi isotermi untuk lada hitam dan model Oswin untuk lada putih.


A.    PENDAHULUAN
Indonesia merupakan salah satu produsen lada terbesar di dunia dengan total produksi rata-rata 60.000 ton per tahun dan 90% dari produksi tersebut ditujukan untuk ekspor (Nurdjannah et al., 2000). Dalam dunia perdagangan dikenal dua jenis lada, yaitu lada putih dan lada hitam. Penanganan terhadap produk tersebut sangat diperlukan sebelum dilakukan pengolahan lebih lanjut baik dalam industri maupun untuk pendistribusiannya. Penanganan yang dilakukan adalah dengan mengurangi kadar air bahan melalui suatu proses pengeringan, baik secara alamiah maupun buatan. Kadar air bahan sangat berpengaruh terhadap aktivitas mikrobiologi yang mengakibatkan pembusukan selama proses pengangkutan dan penyimpanan.
Pengeringan merupakan suatu proses yang diperlukan untuk menjaga kualitas berbagai jenis produk biji-bijian pertanian dan perkebunan. Proses ini merupakan proses yang kompleks dalam penggambaran fenomena-fenomena perpindahan yang simultan, multifasa dan multidimensi, seperti perpindahan massa, energi, dan momentum. Pengembangan model-model matematis untuk menjelaskan proses-proses perpindahan dalam pengeringan tersebut tidak terlepas dari pemahaman tentang konsep kadar air keseimbangan.
Dalam hal ini, korelasi antara kadar air seimbang (Me) dengan aktivitas air (Aw) digunakan dalam model pengeringan untuk mengetahui kelembaban udara setimbang pada lapisan batas (permukaan). Kadar air keseimbangan atau Equilibrium of Moisture Content (EMC) merupakan konsep penting dari teori pengeringan dan pembasahan pada bahan-bahan pertanian. Kadar ai keseimbangan didefinisikan sebagai kandungan air pada bahan yang seimbang dengan kandungan air udara sekitarnya. Hal tersebut merupakan satu faktor yang menentukan sampai seberapa jauh suatu bahan dapat dikeringkan pada kondisi lingkungan tertentu (aktivitas air tertentu) dan dapat digunakan sebagai tolok ukur
kemampuan berkembangnya mikro organisme yang menyebabkan terjadinya kerusakan atau pembusukan bahan pada saat penyimpanan. Istadi et al., (2000), menyatakan bahwa persamaan EMC dua parameter (temperatur dan kelembaban) memberikan korelasi yang baik untuk bahan pertanian berbentuk butiran, sehingga lebih mudah digunakan penerapannya dibandingkan dengan tiga parameter. Menurut Sun Da-Wen (1998), persamaan Modified Chung-Pfost dan Modified Oswin merupakan persamaan yang paling sesuai untuk produk butiran jagung. Sedangkan menurut Sitompul et al. (2000), persamaan Modified Henderson dan persamaan Modified Oswin merupakan persamaan yang sesuai untuk produk butiran jagung, sedangkan untuk butiran padi persamaan Modified-Henderson yangpaling sesuai. Pemilihan model persamaan EMC dua parameter telah dilakukan oleh Papadakis et al (1993) dan Sitompul et al., (2000) untuk komoditas biji-bijian. Banyaknya model sorpsi yang dikembangkan menunjukkan bahwa pengembangan model matematik yang dapat menjelaskan data-data sorpsi
pada rentang aktivitas air yang lebih keseimbangan didefinisikan sebagai kandungan air pada bahan yang seimbang dengan kandungan air udara sekitarnya. Hal tersebut merupakan satu faktor yang menentukan sampai  seberapa jauh suatu bahan dapat dikeringkan pada kondisi lingkungan tertentu (aktivitas air tertentu) dan dapat digunakan sebagai tolok ukur kemampuan berkembangnya mikro organisme yang menyebabkan terjadinya kerusakan atau pembusukan bahan pada saat penyimpanan. Istadi et al., (2000), menyatakan bahwa   persamaan EMC dua parameter (temperatur dan kelembaban) memberikan korelasi yang baik untuk bahan pertanian berbentuk butiran, sehingga lebih mudah digunakan penerapannya  dibandingkan dengan tiga parameter.
Menurut Sun Da-Wen (1998), persamaan Modified Chung-Pfost dan Modified Oswin merupakan persamaan yang paling sesuai untuk produk butiran jagung. Sedangkan menurut Sitompul et al. (2000), persamaan Modified Henderson dan persamaan Modified Oswin merupakan persamaan yang sesuai untuk produk butiran jagung, sedangkan untuk butiran padi persamaan Modified-Henderson yang paling sesuai. Pemilihan model persamaan EMC dua parameter telah dilakukan oleh Papadakis et al (1993) dan Sitompul et al., (2000) untuk komoditas biji-bijian. Banyaknya model sorpsi yang dikembangkan menunjukkan bahwa pengembangan model matematik yang   dapat menjelaskan data-data sorpsi

pada rentang aktivitas air yang lebih 
Continue Reading →

Analog Computer

Komputer yang mengolah data berdasarkan sinyal yang bersifat kualitatif, atau sinyal analog, untuk mengukur variabel-variabel seperti voltase, kecepatan suara, resistansi udara, suhu, pengukuran gempa dan lain-lain. Komputer ini biasanya digunakan untuk mempresentasikan suatu keadaan. Misalnya untuk thermometer, radar, kekuatan cahaya dan lain-lain. Analog Computer ini banyak digunakan untuk kegiatan ilmiah


digital computer

Adalah mesin komputer yang diciptakan untuk mengolah data yang bersifat kuantitatif dalam bentuk angka, huruf, tanda baca dan lain-lain. Yang pemrosesnya dilaksanakan berdasarkan teknologi yang mengubah sinyal menjadi kombinasi bilangan 0 dan 1.

Special purpose computer 

Komputer jenis ini dibuat untuk pengolahan data yang spesifik, misalnya accounting, dalam suatu kegiatan bisnis. Jadi, komputer ini tidak dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan lain.Special purpose computer berarti komputer untuk keperluan khusus. Komputer ini dirancang hanya untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Perangkat yang ada pada komputer ini, baik komponen input, output, pemroses serta softwarenya telah dirancang untuk keperluan tersebut. Biasanya software yang mengendalikan proses sudah berada langsung pada sistem. Contoh dari Special Purpose Computer ini adalah komputer yang digunakan untuk kasir pada supermarket.


Special purpose computer 

Komputer jenis ini dibuat untuk pengolahan data yang spesifik, misalnya accounting, dalam suatu kegiatan bisnis. Jadi, komputer ini tidak dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan lain.Special purpose computer berarti komputer untuk keperluan khusus. Komputer ini dirancang hanya untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Perangkat yang ada pada komputer ini, baik komponen input, output, pemroses serta softwarenya telah dirancang untuk keperluan tersebut. Biasanya software yang mengendalikan proses sudah berada langsung pada sistem. Contoh dari Special Purpose Computer ini adalah komputer yang digunakan untuk kasir pada supermarket.




Continue Reading →

MATERI DAN PERUBAHANNYA


A. PENGERTIAN
Kimia (dari bahasa Arab كيمياء "seni transformasi" dan bahasa Yunani khemeia "alkimia") adalah ilmu yang mempelajari mengenai komposisi dan sifat zat atau materi dari skala atom hingga molekul serta perubahan atau transformasi serta interaksi mereka untuk membentuk materi yang ditemukan sehari-hari. Kimia juga mempelajari pemahaman sifat dan interaksi atom individu dengan tujuan untuk menerapkan pengetahuan tersebut pada tingkat makroskopik. Menurut kimia modern, sifat fisik materi umumnya ditentukan oleh struktur pada tingkat atom yang pada gilirannya ditentukan oleh gaya antaratom.

B.     MATERI
a.      Pengertian materi
Materi disebut juga zat adalah sesuatu yang memiliki massa, volume dan sifat-sifat.
b.      Wujud materi
Menurut wujudnya materi dikelompokkan menjadi tiga yaitu : padat, cair dan gas.
Materi yang tergolong dalam wujud gas, misalnya : udara, gas bumi, gas elpiji,     uap air, gas kapur, kapur barus.
Materi dalam wujud cair misalnya : air, minyak goreng, alkohol, bensin, solar, larutan gula, air laut.
Materi dalam wujud padat misalnya : baja, batu dan kapur.
c.       Sifat Materi
Jenis materi dikenal berdasarkan sifat-sifatnya dan dibedakan menjadi dua macam, yaitu sifat kimia dan sifat fisika
1.          Sifat fisika  : Yaitu sifat materi yang  berkaitan  dengan   peristiwa  fisika, misalnya : massa jenis, titik didih, titik lebur, kalor lebur, rasa, warna, dan bau  Contoh  : - Hidrogen sulfida,  zat yang tidak  dapat  dilihat,  karena tidak dapat dilihat tetapi dikenal dengan baunya.
-          Air  massa  jenisnya 1 gram   siap  dan  titik didihnya 100oC
-          Besi melebur pada 1500oC

2.          Sifat Kimia : Sifat kimia adalah sifat suatu materi yang  berkaitan  dengan   peristiwa kimia yang meliputi
a.       Keterbakaran : Tingkat    kemudahan    suatu   materi    dapat       terbakar,
b.      Kereaktipan  :  Mudah   atau  tidaknya  suatu  materi  bereaksi,   pembentukan.

Misalnya :
- Zat-zat yang dapat terionisasi soda abu (kostik soda), asam  sulfat, asam clorida, garam dapur, kalium sulfat.
-  Zat-zat yang dapat terurai
-  Batu kapur dipanasi terurai menjadi kapur tohor
-  (kapur sirih dan gas karbon dioksida).
- Mercuri oksida dipanasi menjadi logam mercuri dan gas   oksigen.
3.          Perubahan Materi
Materi dapat mengalami perubahan jika dipengaruhi oleh energi kalor, listrik atau kimia perubahan materi dibedakan dalam dua macam yaitu perubahan fisika dan perubahan kimia
a.   Perubahan fisika :
Suatu materi mengalami perubahan fisika, jika jenisnya tidak berubah, meskipun sifat-sifat fisikanya mengalami perubahan.
Misalnya : Es jika dipanasi berubah air selanjutnya menjadi uap.
Dalam peristiwa ini terjadi perubahan wujud, yaitu pada menjadi cair akhirnya menjadi, tetapi jenis zat tetap yaitu air.
b.  Perubahan Kimia :
Suatu materi mengalami perubahan kimia jika jenis zat berubah
Perubahan kimia disebut juga reaksi kimia atau reaksi
Misalnya :
1.          Batu kapur dipanasi menjadi kapur sohor dan karbon dioksida. Batu kapur, kapur sohor dan karbon dioksida tiga zat yang berbeda Pada peristiwa ini zat sebelum dan sesudah reaksi jenisnya berbeda
2.          Kertas dibakar, zat yang terjadi sesudah pembakaran, abu, asap disertai energi kalor dan cahaya. Zat sebelum dibakar kertas, zat setelah dibakar abu dan asap yang berbeda jenisnya dengan zat sebelum dibakar yaitu kertas.
c.   Klasifikasi materi
Materi yang terdapat dialam dapat diklasifikasikan (dikelompokkan) sebagai berikut :



C. MANFAAT ILMU KIMIA BAGI KEHIDUPAN MANUSIA
Manfaat belajar ilmu kimia adalah pemahaman yang lebih baik terhadap alam sekitar dan berbagai proses yang berlangsun di dalamnya. Dari uraian di atas telah dijelaskan bahwa materi dapat berubah secara fisis atau kimia. Dengan belajar ilmu kimia, kita dapat mengubah bahan alam menjadi produk yang lebih berguna utnuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, dan kita dapat mengerti kebutuhan hidup manusia, dan kita dapat mengerti barbagai gejala alam yang kita jumpai dalam kehidupan kita setiap hari, misalnya :
a.   Pencernaan dan pembakaran zat zat makanan dalam tubuh.
Makanan berasal dari tumbuh tumbuhan. Tumbuh tumbuhan berassimilasi dengan proses kimia.
Tubuh kita membutuhkan karbohidart, protein, lemak, vitamin, yang keseluruhannya merupakan proses kimia sehingga dapat menghasilkan gas karbondioksida, air dan energi.
b. Dalam kehidupan ini, kita membutuhkan sabun, pasta gigi, tekstil, kosmetik, plastik, obat-obatan, pupuk, pestisida, bahan bakar, cat, bumbu masak, alat-alat rumah tangga, bahkan berbagai jenis makanan olahan, yang semuanya merupakan hasil dari penerapan ilmu kimia.
 Hampir semua bahan keperluan kita, sedikit banyak, baik langsung atau tidak langsung mengalami sentuhan kimia.




Continue Reading →

NAMA-NAMA TARIAN DAERAH

1. Tari-tarian Daerah Istimewa Aceh
  • Tari Seudati, berasal dari Arab dengan latar belakang agama Islam. Sebuah tarian dinamis penuh keseimbangan dengan suasana keagamaan. Tarian ini sangat disenangi dan terkenal di daerah Aceh.
  • Tari Saman Meuseukat, di lakukan dalam posisi duduk berbanjar dengan irama yang dinamis. Suatu tari dengan syair penuh ajaran kebajikan, terutama ajaran agama Islam

2. Tari-tarian Daerah Bali
  • Tari legong, merupakan tarian yang berlatar belakang kisah cuinta Raja dari lasem. Diterikan secara dinamis dan memikat hati.
  • Tari Kecak, sebuah tari berdasarkan cerita dan Kitab Ramayana yang mengisahken tentang bala tentara monyet dari Hanuman dari Sugriwa
3. Tari-tarian Daerah Bengkulu
  • Tari Andun, dari Bengkulu Selatan ini merupakan sebuah tarian guna menyambut para tamu yang dihormati.
  • Tari Bidadari Teminang Anak, tarian ini dapat pula diartikan bidadari meminang anak. Tarian adat ini berasal dari Rejang Lebong.
4. Tari-tarian Daerah DKI Jakarta
  • Tart Topeng, merupakan sebuah tari tradisional Betawi dalam menyambut tamu agung.
  • Tari Yopong, adalah tari persembahan untuk menghormati tamu negara
5. Tari-tarian Daerah Jambi
  • Tari Sekapur Sirih, merupakan tari persembahan. Tari adat jambi ini hanyak persamaannya dengan tari Melayu.
  • Tari Selampir Delapan, merupakan tari pergaulan muda-mudi dan sangat digemari di daerah Jambi.
6. Tari-tarian Daerah Jawa Barat
  • Tari Topeng Kuncaran, merupakan sebuah tarian yang mengisahkan dendam kesumat seorang raja karena cintanya ditolak.
  • Tari Merak, sebuah tari yang mengisahkan kehidupan burung merak yang serba indah dan memukau.
7. Tari-tarian Daerah Jawa Tengah
  • Tari Serimpi, sebuah tarian keraton pada masa silam dengan suasana lembut, agung dan menawan.
  • Tari Blambangan Cakil, mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil (raksasa). Sebuah perlambang penumpasan angkara murka.
8. Tari-tarian Daerah JawaTimur
  • Tari Remong, sebuah tarian dari Surabaya yang melambangkan jiwa, kepahlawanan. Ditarikan pada waktu menyambut para tamu.
  • Reog Ponorogo, merupakan tari daerah Jawa Timur yang menunjukkan keperkasaan, kejantanan dan kegagahan.
9. Tari-tarian Daerah kalimantan Barat
  • Tarri Monong, merupakan tari penolak penyakit agar si penderita dapat sembuh kembali penari berlaku seperti dukun dengan jampi-jampi
  • Tari Zapin Tembung, Merupakan suatu tari pergaulan dalam masyarakat Kalimantan Barat
10. Tari-tarian Daerah Katimantan Selatan
  • Tari Baksa Kembang, merupakan tari selamat datang pada tamu agung dengan menyampaikan untaian bunga.
  • Tari Radab rahayu, di pertunjukan pada upacara tepung tawar, sebelum pengantin 
Continue Reading →

Jumat, 14 Desember 2018

ANALOG COMPUTER



Komputer yang mengolah data berdasarkan sinyal yang bersifat kualitatif, atau sinyal analog, untuk mengukur variabel-variabel seperti voltase, kecepatan suara, resistansi udara, suhu, pengukuran gempa dan lain-lain. Komputer ini biasanya digunakan untuk mempresentasikan suatu keadaan. Misalnya untuk thermometer, radar, kekuatan cahaya dan lain-lain. Analog Computer ini banyak digunakan untuk kegiatan ilmiah

digital computer

Adalah mesin komputer yang diciptakan untuk mengolah data yang bersifat kuantitatif dalam bentuk angka, huruf, tanda baca dan lain-lain. Yang pemrosesnya dilaksanakan berdasarkan teknologi yang mengubah sinyal menjadi kombinasi bilangan 0 dan 1.

Special purpose computer 

Komputer jenis ini dibuat untuk pengolahan data yang spesifik, misalnya accounting, dalam suatu kegiatan bisnis. Jadi, komputer ini tidak dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan lain.Special purpose computer berarti komputer untuk keperluan khusus. Komputer ini dirancang hanya untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Perangkat yang ada pada komputer ini, baik komponen input, output, pemroses serta softwarenya telah dirancang untuk keperluan tersebut. Biasanya software yang mengendalikan proses sudah berada langsung pada sistem. Contoh dari Special Purpose Computer ini adalah komputer yang digunakan untuk kasir pada supermarket.


Special purpose computer 

Komputer jenis ini dibuat untuk pengolahan data yang spesifik, misalnya accounting, dalam suatu kegiatan bisnis. Jadi, komputer ini tidak dapat digunakan untuk memecahkan permasalahan lain.Special purpose computer berarti komputer untuk keperluan khusus. Komputer ini dirancang hanya untuk menyelesaikan suatu masalah tertentu. Perangkat yang ada pada komputer ini, baik komponen input, output, pemroses serta softwarenya telah dirancang untuk keperluan tersebut. Biasanya software yang mengendalikan proses sudah berada langsung pada sistem. Contoh dari Special Purpose Computer ini adalah komputer yang digunakan untuk kasir pada supermarket.




Continue Reading →